Pengawet Alami Pengganti Formalin

Sebenarnya, masalah penggunaan bahan tambahan ilegal didalam pangan telah sejak lama didengungkan oleh banyak pihak, baik dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Perguruan Tinggi maupun oleh Yayasan Lembaga Konsumen. Tetapi, karena masyarakat konsumen belum memahami bahaya kegunaan bahan ilegal ini, ditambah dengan hukum yang tidak secara tegas menjerat produsen bermasalah, maka produsen bermasalah tetap bisa menggunakan bahan ilegal ini karena konsumen toh tidak mempermasalahkannya.

Heboh di seputar penggunaan formalin pada bahan pangan yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan adanya pergeseran nilai yang dianut oleh konsumen pangan di Indonesia. Tingkat kesadaran akan pentingnya kesehatan dijaman serba mahal ini, ditambah dengan publikasi yang terus-menerus dari media massa mengenai bahaya penggunaan bahan ilegal, menyebabkan konsumen beramai-ramai menolak makanan yang diduga sering ditambahkan dengan bahan ilegal termasuk formalin yang sekarang sedang ramai dibicarakan. Hal ini memberi pukulan sangat hebat untuk industri-industri yang ditenggarai sering menggunakan formalin dalam produknya.

Seiring dengan ramainya publikasi mengenai bahaya formalin, saat juga ramai dibicarakan atau dipromosikan bahan-bahan pengawet alternatif pengganti formalin. Sebagian besar alternatif yang disodorkan merupakan pengawet alami. Tetapi, sebetulnya ada banyak pertanyaan diseputar bahan-bahan pengawet ini, seperti: benarkah bahan-bahan pengawet yang disodorkan ini mampu memperpanjang umur simpan bahan pangan segar seperti halnya formalin? Seperti diketahui, formalin dapat memperpanjang umur simpan bahan pangan mentah sampai berhari-hari pada suhu ruang. Sesuatu hal yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh pengawet legal yang diijinkan penggunaannya didalam makanan. Pertanyaan berikutnya, apakah pengawet tersebut efektif untuk semua bahan pangan? Apakah bahan ini tidak menyebabkan perubahan citarasa bahan makanan yang diawetkannya? Dan yang penting lagi, apa komponen aktif didalamnya? Apakah sudah teruji keamanannya terhadap manusia? Sehingga, jangan sampai penggunaannya dikemudian hari malah memicu masalah baru.

PENGAWET: SENYAWA ANTIMIKROBA

Senyawa antimikroba adalah bahan pengawet yang berfungsi untuk menghambat kerusakan pangan akibat aktivitas mikroba. Sejarah penggunaan pengawet didalam bahan pangan sendiri bermula dari penggunaan garam, asap dan asam (proses fermentasi) untuk mengawetkan pangan. Sejumlah bahan antimikroba kemudian dikembangkan dengan tujuan untuk menghambat atau membunuh mikroba pembusuk (penyebab kerusakan pangan) dan mikroba patogen (penyebab keracunan pangan).

Penggunaan antimikroba yang tepat dapat memperpanjang umur simpan dan menjamin keamanan pangan. Pemilihan dan penggunaan antimikroba perlu mempertimbangkan banyak faktor, dan semua kembali pada keseimbangan dari resiko dan keuntungan. Faktor-faktor pertimbangan untuk memilih antimikroba yang tepat adalah sifat kimiawi dan antimikroba senyawa; sifat dan komposisi produk; sistem pengawetan lain yang digunakan selain antimikroba; tipe, karakteristik dan jumlah mikroba didalam produk; aspek legalitas dan keamanan antimikroba; aspek ekonomi penggunaannya dan jaminan bahwa antimikroba tersebut tidak merusak kualitas produk.

Pemilihan awal suatu senyawa antimikroba umumnya didasarkan atas spektrum antimikrobanya. Senyawa antimikroba yang diinginkan adalah yang luas, meskipun hal ini sulit dicapai. Beberapa senyawa mempunyai kemampuan untuk menghambat beberapa jenis mikroba, tetapi penghambatan suatu mikroba kadang-kadang menyebabkan mikroba lain didalam produk tersebut menjadi dominan. Karenanya, senyawa antimikroba untuk suatu produk sebaiknya aktif untuk semua mikroba yang tidak diinginkan didalam produk itu.

Antimikroba mengawetkan produk pangan dengan cara menghambat pertumbuhan mikroba atau membunuh mikroba target. Penggunaan pengawet untuk jangka waktu yang lama didalam suatu produk pangan, dapat menyebabkan kematian mikroba atau bisa juga menyebabkan mikroba tumbuh kembali. Cara kerja senyawa antimikroba sendiri bermacam-macam, yaitu: menghambat sintesa dinding sel bakteri; bereaksi dengan membran sel yang menyebabkan peningkatan permeabilitas dan kehilangan bahan-bahan penyusun seluler; inaktifasi enzim esensial serta merusak sintesa protein dan asam nukleat. Mengetahui mekanisme kerja dari antimikroba dan bagaimana pengaruhnya terhadap mikroba akan sangat membantu dalam menilai efisiensi dan kegunaan dari suatu antimikroba. Umumnya, antimikroba yang bereaksi dengan membran sel mempunyai spektrum antimikroba yang luas.

Spektrum antimikroba, cara kerja dan efisiensi senyawa sangat tergantung kepada sifat fisikokimia senyawa tersebut. Polaritas senyawa merupakan sifat fisik yang penting. Sifat hidrolik diperlukan untuk menjamin senyawa larut didalam fase air yang merupakan tempat hidup mikroba; tetapi senyawa yang bekerja pada membran sel yang hidrofobik memerlukan pula sifat lipofilik; sehingga senyawa memerlukan keseimbangan hidrofilik-hidrofobik untuk mencapai aktifitas yang optimal. Sifat-sifat lain yang perlu diketahui misalnya titik didih senyawa, kemampuan terionisasi dan reaktifitasnya dengan komponen makanan.

Dari penjelasan diatas dapat kita lihat bahwa efektivitas penggunaan suatu senyawa antimikroba didalam bahan pangan sangat tergantung pada kondisi produk pangan seperti pH (keasaman), polaritas, komposisi nutrisi didalam bahan pangan, juga tergantung pada faktor lainnya seperti kondisi suhu dan proses pengolahan, pengemasan serta penanganan pasca pengolahan.

ANTIMIKROBA ALAMI

Pengawet kimia selama ini umum digunakan sebagai barier tambahan untuk membatasi jumlah mikroorganisme yang hidup didalam pangan. Kekhawatiran konsumen terhadap bahaya keracunan yang mungkin terjadi karena penggunaan pengawet kimia yang berlebihan, memaksa industri pangan untuk menghindari penggunaan pengawet kimia pada produknya, atau mencari alternatif lain yang lebih alami untuk mempertahankan atau memperpanjang umur simpan produk.

Sejak lama telah disadari, bahwa banyak bahan alami memiliki aktivitas menghambat mikroba, yang disebabkan oleh komponen tertentu yang ada didalamnya. Laporan tertua tahun 1550 SM menyebutkan bahwa masyarakat Mesir kuno telah menggunakan rempah sebagai pengawet pangan dan pembalsem mumi.

Penelitian mengenai potensi pengawet alami yang dikembangkan dari tanaman rempah (seperti jahe, kayu manis, andaliman, daun salam dan sebagainya) maupun dari produk hewani (seperti lisozim, laktoperoksidase, kitosan dan sebagainya) sendiri sebenarnya telah banyak dilakukan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada Tabel 1 dapat dilihat beberapa hasil penelitian in vitro terhadap efek anti bakteri dan anti kapang bahan alam yang dilakukan dibeberapa perguruan tinggi Indonesia.

BAGAIMANA PELUANG APLIKASI ANTIMIKROBA ALAMI KE DALAM PANGAN?

Hasil penelitian yang telah dilakukan pada umumnya menunjukkan bahwa secara in vitro, beberapa bahan alam berpotensi menjadi antimikroba masa depan. Tetapi, jalan untuk aplikasi bahan tersebut ke dalam pangan masih sangat panjang. Dibutuhkan banyak penelitian lanjutan sebelum menyimpulkan bahwa bahan antimikroba atau pengawet alami ini dapat diproduksi secara komersial dan aman terhadap konsumen jika diaplikasikan kedalam bahan pangan.

Tabel 1. Bahan alami di Indonesia yang mempunyai efek antimikrobaa)

No

Bahan

Bagianb)

Efekc)

1

Andalehat (Chrysophyllum roxburghii G. Don)

Buah

1

2

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium D.C)

Buah

1

3

Antarasa (Litsea cubeba)

Buah

1

4

Atung (Parinarium glaberimum Hask.)

Buah

1, 2

5

Bawang putih (Allium sativum L.)

Umbi


6

Belimbing (Averrhoea carambola L)

Daun

1

7

Cendana wangi (Santalum album L.)

Kayu

2

8

Delima (Punica granatum L.)

Buah

1

Getah

1

9

Jambu biji (Psidium guajaya L.)

Daun

1

10

Jambu mede (Anacardium occidentale L)

Daun

1

Biji

1

11

Kantil (Michelia champaca L.)

-

1

12

Kecombrang

Bunga

1

13

Kedawung (Parkia roxburghii G. Don)

Kulit batang

1

14

Kelor (Horinga oleifera Lamk.)

Akar

1

15

Kemukus (Piper cubeba L.)

Buah

1

16

Kitosan, hasil deasetilasi kitin yang terdapat pada cangkang udang

-

1, 2

17

Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth.)

Daun

1

18

Kunyit (Curcuma domestica Val.)

Akar

1, 2

19

Lengkuas (Languas galanga Stunz.)

Akar

1, 2

20

Lengkuas malaka (Alpinia galanga L)

Akar

1, 2

21

Mobe (Ficus sp.)

Buah

1

22

Salam (Syzigiym polyanthum(Wight) Walp)

Daun

1

23

Sirih (Piper betle L.)

Daun

1, 2

24

Suji (Pleomale angustifolia M.E Brown)

Daun

1

25

Temu giring (Dysoxylum ammoroides Mig)

Akar

2

Daun

1

26

Temu lawak (Curcuma xanthorrhiza)

Akar

1, 2

a) Dari berbagai sumber
b) Bisa dalam bentuk hancuran, atau ekstrak atau keduanya
c)
1 = anti bakteri ; 2 = anti kapang

Pada bahan yang menunjukkan aktivitas antimikroba dibutuhkan identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui komponen aktif antimikrobanya. Harus dianalisis pula spektrum antimikroba bahan tersebut, apakah luas (untuk banyak mikroba) atau sempit (hanya untuk mikroba tertentu); lalu bagaimana mekanisme pengawetan-nya, apakah sekedar menghambat atau sampai membunuh mikroba target serta berapa besar konsentrasi komponen ini yang dibutuhkan untuk menghambat atau membunuh mikroba targetnya.

Jika suatu bahan mempunyai aktivitas antimikroba, biasanya komponen yang bertanggung jawab terhadap sifat antimikroba tersebut terdapat didalam bahan dalam jumlah relatif kecil. Hal ini menyebabkan bahan tersebut tidak efektif untuk digunakan sebagai pengawet pangan jika digunakan dalam bentuk hancuran segarnya, karena jumlah yang dibutuhkan akan sangat banyak untuk bisa bekerja efektif sebagai pengawet. Selain sukar mencari bahan tersebut dalam jumlah besar, faktor biaya, kesukaran dalam penggunaan dan penanganannya serta perubahan rasa bahan pangan karena berinteraksi dengan aroma dan flavor bahan tersebut akan menjadi kendala lain dalam pemanfaatannya.

Agar pengawet alami bisa dimanfaatkan secara komersial, maka perlu dicari cara ekstraksi yang bisa mengoptimumkan pengambilan komponen aktif tersebut. Dalam bentuk ekstraksi, akan memudahkan produsen mengaplikasikan pengawet tersebut pada produk mereka. Disini, faktor biaya ekstraksi akan menjadi faktor penentu harga dari ekstrak pengawet tersebut. Jika biaya ekstraksi mahal, tentu akan berimbas ke harga jual pengawet dan selanjutnya akan mempengaruhi pangsa pasar pengawet itu sendiri: apakah akan dijual ke produsen kelas menengah ke bawah atau kelas atas.

Selanjutnya, jika komponen antimikroba ini diaplikasikan ke bahan pangan, apakah dia efektif untuk semua bahan pangan? Bagaimana interaksinya dengan komponen yang ada di dalam bahan pangan? Adakah komponen pangan yang dapat menurunkan atau bahkan menghilangkan aktivitasnya? Bagaimana pengaruh kondisi proses pengolahan, pengemasan dan suhu penyimpanan produk terhadap aktivitas antimikroba? Apakah dia tahan terhadap kondisi-kondisi proses tersebut atau jangan-jangan aktivitasnya malah hilang? Berapa lama dia mampu memperpanjang umur simpan produk yang diawetkannya?

Yang perlu diketahui adalah tidak semua pengawet efektif untuk semua bahan atau produk pangan. Pengawet memiliki persyaratan kondisi tertentu untuk bisa bekerja sebagai pengawet. Sebagai contoh, pengawet asam benzoat yang umum digunakan sebagai pengawet saat ini, sebenarnya hanya efektif sebagai pengawet pada bahan pangan yang asam (pHnya rendah). Sehingga, jika ada produsen mie yang menggunakan asam benzoat sebagai pengawet mie yang diproduksinya, hal ini merupakan pekerjaan yang sia-sia karena asam benzoat tidak bisa bekerja sebagai pengawet didalam mie yang tidak asam (pH mie sekitar 6).

Perlu juga dilihat apakah komponen ini mempengaruhi aspek sensorik produk yang diawetkannya. Pengawet juga tidak bisa diaplikasikan ke bahan atau produk pangan jika dia menyebabkan perubahan citarasa produk. Sebagai contoh, penambahan kitosan yang larut asam sebagai pengawet mie mungkin akan merubah rasa dari mie menjadi asam. Kondisi ini akan menyebabkan konsumen menolak produk tersebut. Kendala terbesar dari aplikasi ekstrak rempah kedalam produk pangan adalah karena flavor dan warnanya yang biasanya menyebabkan perubahan rasa dan warna produk yang diawetkannya.

Aspek penting lain yang juga perlu dipertimbangkan sebelum suatu bahan antimikroba diproduksi secara komersial adalah bagaimana aspek keamanannya terhadap kesehatan konsumen. Untuk membuktikan hal ini, perlu adanya uji toksikologi dari komponen aktif antimikroba tersebut. Banyak senyawa kimia yang menunjukkan potensi sebagai antimikroba, tetapi hanya sedikit yang digunakan di dalam pangan karena alasan keamanan pangan atau karena tidak aktif didalam model makanan walaupun aktif secara in vitro.

Saat ini, perhatian terhadap antimikroba alami semakin meningkat karena dianggap lebih baik, khususnya ditinjau dari keamanan pangan. Meskipun demikian, beberapa komponen yang memberikan efek antimikroba, mungkin menyebabkan efek lain yang tidak menguntungkan terhadap pangan, misalnya toksik atau meningkatkan sifat karsinogen komponen yang lain. Sebagai contoh, senyawa allyl isothiocyanate didalam allyl mustrad oil dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan kandung kemih dan juga bersifat karsinogen terhadap tikus.

Setelah semua pertanyaan diatas dapat dijawab dan hasilnya membuktikan bahwa komponen aktif antimikroba dari suatu bahan alami tersebut merupakan sumber antimikroba masa depan, maka diperlukan rekomendasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan sebelum produk pengawet (antimikroba) alami ini dapat dilepas ke pasaran.

Penelitian di tingkat perguruan tinggi selama ini sebagian besar terhenti hanya sampai tingkat uji potensi antimikroba terhadap mikroba secara in vitro dan mencari cara produksi antimikroba pada tingkatan skala laboratorium. Dibutuhkan penelitian berkelanjutan dengan dana yang tidak bisa dibilang kecil sampai peneliti benar-benar bisa menghasilkan antimikroba alami yang secara komersial bisa dilempar ke pasar. Permasalahannya sekarang, siapa yang akan membiayai penelitian lanjutan seperti ini? Adakah industri yang mau bergandeng tangan dengan peneliti untuk mewujudkan hal ini?


Anindya Alyssa Soebandono

Alyssa Soebandono
Alyssa
Anindya Alyssa Soebandono
Perempuan
Islam
Jakarta, 25 Desember 1991


Biografi :

Alyssa Soebandono biasanya dipanggil dengan Icha lahir di Jakarta 25 Desember 1991. Ia merupakan salah seorang artis muda bintang sinetron dan juga pembawa acara program televisi.

Sejumlah sinetron yang dibintanginya, di antaranya BINTANG, INIKAH RASANYA, BUNGA DI TEPI JALAN, MAHA KASIH, MAHA CINTA, BABY DOLL, ANAK CUCU ADAM dan PINTU HIDAYAH. Sementara beberapa film yang dibintanginya di antaranya JANUS, PRAJURIT TERAKHIR dan INIKAH RASANYA CINTA.

Perempuan yang memiliki nama lengkap Anindya Alyssa Soebandono, memiliki hobi menyanyi dan beberapa kali memperoleh tawaran untuk menyanyi. Selain dirinya juga pernah berduet dengan Bams Samsons, vokalis grup band Samsons.

Karir Alyssa yang melambung tak membuat artis yang sempat santer digosipkan menjalin hubungan special dengan Ungu Pasha ini lantas mengesampingkan pendidikannya. Malah pada 2009, ia akan melanjutkan studinya di Australia dan meninggalkan sementara karirnya di dunia entertainment.

Agnes Monica Muljoto

Agnes Monica
Agnes
Agnes Monica Muljoto
Perempuan
Kristen
Jakarta, 01 Juli 1986

Hobby
:
Ice Skate dan Badminton

Berat Badan
:
49 kg

Tinggi Badan
:
165 cm


Biografi :

Selalu inovatif dan dinamis dalam bermusik dan meraih sederet prestasi, tak salah jika menempatkan Agnes Monica sebagai artis papan atas tanah air.

Artis multitalenta yang mengawali karirnya sebagai penyanyi cilik ini tak hanya jago berolah vokal, namun cewek kelahiran 1 Juli 1986, ini juga jago berakting, terbukti sinetron PERNIKAHAN DINI yang dibintanginya bersama Sahrul Gunawan membuat namanya semakin melambung.

Keputusan untuk cuti kuliah dan lebih fokus di dunia entertaiment memang tak sia-sia, Agnes sukses menyabet penghargaan bergengsi seperti 'Most Favorite Female' MTV 2006 dan "Artis Solo Wanita Terbaik" dan "Penyanyi Rythm & Blues Terbaik" AMI Award 2006.

Sebanyak lima penghargaan disabet Agnes sepanjang tahun 2006, dan membuatnya terpilih sebagai 'Aktris Terpopuler 2006'.

Tak puas dengan penghargaan yang didapatnya, bintang penuh sensasi ini, berambisi untuk Go Internasional. Untuk mendukung ambisinya, Agnes mencoba menjajal akting dalam film THE HOSPITAL yang dibintanginya bersama Jerry Yan, dan menajamkan kekuatan vokalnya dengan menggandeng Keith Martin di album WHADDUP A...?!

Prestasi dan tanggungjawabnya terhadap bidang yang digelutinya membuat pihak LG Elektronik Indonesia kesengsem dan memilih Agnes untuk menjadi duta produk mereka selama beberapa tahun ke depan.

Pada 15 Mei 2007, Agnes menjadi penyanyi pembuka konser Boyz II Men di Istora Senayan, Jakarta. Sebelumnya Agnes direncanakan duet bareng Vanya, Maurice, Shawn, namun karena belum ada persiapan matang, kolaborasi tersebut batal dilakukan.

Lama tak muncul di layar kaca, di tahun 2008 Agnes kembali berakting di layar kaca. Ia membintangi sinetron JELITA dan KAWIN MASSAL. Tampilnya Agnes di layar kaca juga untuk mengobati para fans-nya yang jarang melihatnya tampil. Karena ia lebih banyak tampil di show-show untuk menyanyi, bahkan ia sampai di Korea untuk melakukan pertunjukan menyanyi.

Artis yang sempat digosipkan dengan Bams Samson dan penyanyi Afgan membuktikan kualitas bermusiknya masih layak diperhitungkan. Di ajang penghargaan MTV Indonesia Awards 2008, Agnes meraih penghargaan sebagai Most Favourite Female melalui single Matahariku.

September 2008, Agnes kembali meluncurkan album terbarunya, NEZ. Yang menarik album ini hanya berisi dua lagu saja, yakni single Matahariku yang juga jadi soundtrack sinetron JELITA dan single Godai Aku Lagi.

Harga CD album ini juga sangat terjangkau hanya Rp15.000. Hal ini dikarenakan Agnes ingin mengurangi pembajakan di Indonesia. Dan hanya dalam jangka waktu sebulan RBT single Matahariku telah diaktivasi oleh 1,5 juta pengguna ponsel di Indonesia.

Tak pernah berhenti berprestasi. Di penghujung 2008, Agnes kembali mendapatkan penghargaan atas kiprahnya di dunia musik tanah air. Kali ini ia dinobatkan sebagai Penyanyi Favorit dalam ajang Indonesia Kids Choice Award 2008.

Agnes membuktikan ia mampu mempertahankan prestasinya. Pada bulan Maret 2009, namanya menjadi salah satu penerima penghargaan Class Music Heroes. Dan ia menjadi termuda yang menerima penghargaan ini.

Kembali, Agnes meluncurkan album terbarunya. Awal April 2009, ia meluncurkan album yang diberi judul SACREDLY AGNEZIOUS. Berbeda dengan album sebelumnya, di album yang menjagokan single Teruskanlah ini ia meluncurkan dalam dua versi, berisi 10 track dan 13 track. Yang menarik, di sini Agnes terlibat langsung sebagai produser.

Baru saja merilis album teranyarnya, Agnes sudah mendulang prestasi. Agnes dinobatkan sebagai penyanyi solo terdahsyat versi ajang Dahsyat Award yang berlangsung pada 19 April 2009.

Afgan Syah Reza

Afgan Syah Reza
Afgan
Afgan Syah Reza
Laki-Laki
Islam
Jakarta, 27 Mei 1989


Biografi :

Afgan Syah Reza adalah seorang pendatang baru dalam dunia musik Indonesia. Kehadirannya ditandai dengan debut albumnya CONFESSION NO.1 pada Januari 2008.

Dalam album yang diproduksi oleh Wanna B Production dan didistribusikan oleh PT Sony-BMG itu terdiri dari 13 lagu. Di mana sebagai lagu andalan lagu Terima Kasih Cinta, Klise dan Tanpa Batas Waktu yang video klipnya dibintangi Thalita Latief dengan sutradara Jose Purnomo.

Dengan warna musik yang dipengaruhi pop, soul, R&B dan jazz, album ini melibatkan musisi beken, seperti Fajar LMN, Harry Budiman (produser Tangga), Deddy Dhukun, Dian HP dan Bebi Romeo sebagai komposer.

Afgan sendiri merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya. Lahir di Jakarta, 27 Mei 1989, ia besar dalam keluarga penikmat musik, yang kemudian membuka kesempatan dirinya mengembangkan karir.

Karir solo Afgan yang semakin menanjak ditandai dengan prestasi yang diraihnya di belantika musik Indonesia. Dalam ajang Anugrah Musik Indonesia 2009, Afgan meraih penghargaan sebagai Penyanyi Pria Solo Terbaik melalui lagu Terima Kasih Cinta.

Ingin lebih dekat dengan Afgan? dan bisa lihat wajahnya setiap hari? caranya gampang, buruan gabung KLFace dan dapetin foto Afgan, GRATIS! Info lebih lanjut klik di sini...

Sukses di album perdana, membuat Afgan ingin memberikan yang terbaik pada album keduanya. Album keduanya bakal rilis pada Agustus 2009. Di sini Afgan akan mengusung musik tahun 60-an.

Prestasi Afgan di bidang tarik suara tak hanya bergema di dalam negeri. Namun juga sampai di negeri Jiran, Malaysia. Ia masuk menjadi nominasi ajang Anugerah Planet Muzik 2009.

Ahmad Adly Fairuz

Adly Fairuz
Adly
Ahmad Adly Fairuz
Laki-Laki
Islam
Jakarta, 14 April 1987


Biografi :

Ahmad Adly Fairuz yang dikenal dengan nama Adly Fairuz melejit berkat sinetron CINTA FITRI. Kini tak hanya sebagai pemain sinetron, Adly juga dikenal sebagai penyanyi berkat reality show Supermama Selebconcert. Dalam acara itu, Adly dan Mama Lutfiah berhasil mengalahkan Indra L Bruggman – Mama Mimi dan Yadi Sembako – Mama Suhana.

Memang musik bukan hal asing bagi Adly karena sejak kecil dia telah bermain musik bersama teman-temannya. Bahkan kini Adly tergabung dalam sebuah band, The Adly's Band bersama Firman (gitar), Fuse (bass) dan Aries (drum).

Pria kelahiran Jakarta, 14 April 1987 ini menjadi bintang sinetron berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu putra pasangan H. Agus Irianto dan Hj. Lutfiah ini mengantar salah satu saudaranya untuk casting. Tak hanya saudaranya, Adly pun ditawari ikut dan berhasil lolos.

Keberuntungan mengiringi sulung lima bersaudara ini. Setelah bermain dalam FTV pertamanya, TEMAN SAHABAT CINTA, Adly sering mendapat tawaran bermain sinetron, antara lain, TIKUS KUCING MENCARI CINTA dan MILIADER GESER PAGER.

Sampai akhirnya mendapat peran sebagai Aldo dalam CINTA FITRI yang membesarkan namanya. Tak hanya itu, CINTA FITRI juga mempertemukan Adly dengan Shireen Sungkar yang kini menjadi kekasihnya.

Tak hanya sukses CINTA FITRI dan CINTA FITRI season 2, tapi karir bermusik Adly juga makin bersinar. Single The Adly's Band berjudul Maafkan Cinta akan segera dirilis bersama album perdana mereka.

Di bawah label Nagaswara, Adly bersama band The Adlys meluncurkan album perdana, dengan titel PERJALANAN HIDUP. Dua lagu yang di ada di dalam album perdana ini, masuk menjadi soundtrack film COBLOS CINTA, yakni lagu Kemenangan dan Let It Flow.

Cara Membuat Lubang Biopori



banjirBanjir di Indonesia tahun demi tahun semakin meluas dan bahkan telah menjadi bencana. Apalagi di wilayah Jakarta yang padat pemukimannya, banjir seolah sudah menjadi langganan tetap yang tidak mengherankan.

Pembahasan masalah solusi banjir telah banyak dilakukan oleh tim ahli dari berbagai kalangan dan akademisi. Berbagai solusi pun telah ditawarkan, ada yang High Cost sampai yang Low Cost. Salah satunya yang low cost adalah dengan membuat Lubang Resapan Biopori (LRB).

Saya bukanlah seorang yang ahli menangani masalah banjir dan hanya berspesialisasi masalah Tehnik pengelolaan air minum dan air bersih. Namun penulisan saya dalam Blog ini adalah sebagai usaha untuk mempopulerkan metode Solusi banjir dengan membuat Lubang Resapan Biopori tsb.

Biopori adalah lubang sedalam 80-100cm dengan diameter 10-30 cm yang dimaksudkan sebagai lubang resapan untuk menampung air hujan dan meresapkannya kembali ke tanah. Biopori memperbesar daya tampung tanah terhadap air hujan, mengurangi genangan air, yang selanjutnya mengurangi limpahan air hujan turun ke sungai. Dengan demikian, mengurangi juga aliran dan volume air sungai ke tempat yang lebih rendah, seperti Jakarta yang daya tampung airnya sudah sangat minim karena tanahnya dipenuhi bangunan.

Teknologi biopori dicetuskan oleh Ir. Kamir R. Brata, Msc dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memanfaatkan aktifitas organisme kecil dan sejumlah mikroorganisme untuk menguraikan sampah organik di dalam lubang. Makhluk-makhluk yang hampir tidak pernah hadir dalam ruang sadar kita ini membuat lubang-lubang kecil di dinding lubang selama proses penguraian. Dalam waktu 2-4 minggu, proses penguraian menghasilkan pupuk yang berguna sebagai nutrisi tanaman dan menyehatkan tanah.

Sebagai informasi, Provinsi DKI Jakarta menargetkan membuat 76 juta lubang Biopori (www.indonesia.go.id). Sementara kota kota besar lain di Indonesia juga melakukan hal yang sama, walaupun jumlah lubang Bioporinya tidak sebanyak Provinsi Jakarta.

Cara membuat Lubang Resapan Biopori (LRB) :

1. Buatlah lubang sedalam 80 – 100 cm dengan diameter 10 – 30 cm.

2. Masukkan daun daunan kering ke dalam lubang

3. Tutuplah dengan Loster

lubang_biopori_4

lubang_biopori_5

lubang_biopori_3

biopori

Demikianlah cara membuat Lubang Resapan Biopori (LRB).

Bagaimana Cara: Mendaur Ulang Kertas



Kenapa kita perlu mendaur ulang kertas?

Hutan kita setiap harinya ditebangi untuk membuat kertas. Untuk mengurangi penebangan ini, kita bisa memakai kertas daur ulang…

Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 3R : Reduce, Reuse & Recycle. Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada dan mendaur ulang sampah-sampah yang telah terpakai. Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah kertas. Kertas daur ulang ini memiliki tekstur yang indah. Dari kertas daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan tangan.

Bahan yang dibutuhkan:

  1. kertas untuk di daur ulang
  2. kertas koran
  3. ember/baskom
  4. blender
  5. pemutih
  6. saringan

Langkah daur ulang:

  1. kumpulkan kertas bekas
  2. potong-potong kertas menjadi potongan kecil
  3. masukkan potongan kecil ini ke dalam ember/baskom
  4. warna dapat diberikan dengan mencampurkan potongan kertas berwarna
  5. campurkan segalon air dengan satu sendok makan pemutih
  6. tambahkan air hangat ke potongan kertas, tambahkan air sampai kertas terendam sempurna
  7. rendam kurang lebih satu setengah jam
  8. masukkan sebagian kertas yang telah direndam kedalam blender
  9. berikan dua gelas air berpemutih ke dalam blender
  10. blender adunan ini dengan kecepatan tinggi. Bila sulit tercampur, tambahkan air
  11. setelah menjadi adonan, tuangkan adonan ke dalam ember, ulangi proses untuk sisa kertas yang lain
  12. anda perlu saringan untuk menyaring air yang berlebih dari adonan
  13. masukkan saringan anda ke adona dan angkat
  14. tekan kelebihan air keluar dari adonan
  15. letakkan adonandi atas lembaran tebal kertas koran
  16. adonan akan mengering setelah empat hingga tujuh hari

Mudah bukan membantu menyelamatkan bumi kita…

Selamat mencoba





Related Posts with Thumbnails